Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Dekyanus Perdiana

mahasiswa fikom uniga

pengaruh upah terhadap motivasi kerja karyawan

REP | 26 March 2013 | 14:58 Dibaca: 967   Komentar: 0   0

pengaruh upah terhadap motivasi kerja karyawan bahwa rendahnya upah yang diberikan pihak PT. Bumi Sawindo Permai Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Agung.

1. Latar Belakang Masalah.
Untuk bisa memberikan hasil perusahaan dalam pencapain profit perusahaan, maka harus ditentukan dari bagaimana setiap komponen bertingkah laku di dalam pencapain profit tersebut. Baik bagaimana perusahaan menggunakan semua komponen sumber daya alam maupun maupun sumber daya manusianya untuk memperoleh keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Focus pengamatan akan penulis lihat dari bagaimana, sumber daya manusia bertingkah laku dalam pencapain tujuan perusahaan tersebut dari hasil prodiksi dan distribusi.
Tidak bisa di pungkiri setiap orang bekerja karena adanya tujuan yang ingin mereka dapatkan, banyak sekali tujuan orang bekerja, kebanyakan karena adanya kebutuhan yang harus segera di penuhi, adanya keinginan untuk di akui atas hasil kerja mereka atau suatu bentuk kinerja yang mereka bisa berikan bagi perusahaan
Upah adalah segala sesuatu yang diterima karyawan atau buruh/pekerja sebagai balas jasa atas kerja yang telah dilakukan. Upah juga bisa dikatakan sebagai imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja langsung yang hasil kerjanya dapat diukur dengan satuan tertentu (jumlah fisik barang yang dihasilkan atau masa atas jasa pekerjaan yang diserahkan). Pemberian upah kepada buruh/pekerja hendaknya berdasarkan atas jasa asas keadilan yang artinya adil bagi buruh/pekerja atas apa yang dikerjakannya serta mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. ( heidjrahman dan suad husnan, 2005:14-22 ).
Besarnya upah mencerminkan nilai karya mereka diantara para buruh/pekerja atas apa yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, bila para burh/perkerja merasa pemberian upah yang tidak memadai/mencukupi maka produktifitas kerja, motivasi kerja, kinerja, serta kepuasan kerja mereka akan menurunkan secara drastis dimana hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap jalannya aktifitas perusahaan.
Upah merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi motivasi kerja yaitu suatu dorongan atas kesediaan para buruh/perkerja untuk melakukan hal yang lebih atas apa yang dikerjakan. Motivasi kerja yang rendah sebagai akibat dari pemberian upah rendah akan terlihat ketika pelaksanaan pekerjaan tidak dilakukan dengan baik, seperti dalam Equity Theory menjelaskan bahwa setelah persepsi ketidakadilan terbentuk, karyawan akan mencoba meraih kembali keadilan dengan mengurangi jumlah distribusi mereka (Adams Donovan, 2007:215). Misalnya, karyawan bisa saja mulai datang terlambat ke kantor atau bahkan absen sama sekali.
Pemberian upah yang adil dan setimpal akan memicu motivasi kerja yang tinggi sehingga kinerja para buruh/pekerja menjadi lebih baik dan tentunya pengruh terhadap pendapatan perusahaan. Pemberian upah berguna untuk meningkatkan output dan efisien, kita haruslah menyadari akan berbagai kesulitan yang timbul dari sistem pengupahan insentif (heidjrahman dan Suad Husnan, 2005:128-130).
Keterkaitan pengupahan antara buruh/pekerja dengan perusahaan hingga saat ini menjadi permasaahan yang klasik dan tidak kunjung terselesikan dimana upah yang di berikan pihak perusahaan sangat rendah. Rendahnya upah tersebut karena adanya perbedaan dan kepentingan yang Saling bertentangan mengenai pengupahaan buruh/pekerja dengan perusahaan. Bagi buruh/pekerja upah adalah sumber penghasilan, oleh karena itu ada kecendrungan buruh /pekerja mengharapkan upah yang tinggi dan seimbang dengan kebutuhan hidup, disisi lain bagi perusahaan upah adalah salah satu komponen biaya yang pada akhirnya akan mempengaruhi profit sehingga perusahaan berupaya untuk menekan upah buruh/pekerja.
Kaitanya upah/gaji merupakan sebutan utnuk imbalan yang diberikan kepada staf atau pegawai tetap yang hasil kerjanya tidak dapat diukur dengan satuan tertentu (jumlah maupun waktu) yang nilainya telah ditetapkan sejak kesepakatan kerja diatur, sedangkan upah adalah imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja kangsung atau pekerja kasar dan atau perpindah-pindah yang hasilnya kerjanya dapat diukur dengan satuan tertentu (jumlah fisik barang yang dihasilkan atau masa atas jasa pekerjaan yang diserahkan). Besarnya gaji maupun upah ditentukan oleh elemen-elemen yang ada didalam gaji dan upah itu sendiri. Elemen-elemen maupun tata cara perhitungannya ditentukan oleh kebijakan pihak yang mem[erkerjakan (perusahaan komersial, organisasi nir-laba atau milik perseorangan), dalam batas peraturan undang-undang yang berlaku.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | | 23 October 2014 | 12:52

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | | 23 October 2014 | 09:45

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | | 23 October 2014 | 10:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 7 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 8 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 7 jam lalu

Menunggu Hasil Seleksi Dirut PDAM Kota …

Panji Kusuma | 7 jam lalu

Penghubung Komisi Yudisial Jawa Tengah …

Muhammad Farhan | 8 jam lalu

‘Jokowi Efect’ Nggak Ngefek, …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kisah Lebai Malang Nan Bimbang …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: