Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

cybercrime@polri.go.id. Hoax? Hati-Hati!

REP | 17 April 2013 | 23:36 Dibaca: 3757   Komentar: 10   5

Berawal dari nyari referensi buat artikel “Freez: Kejahatan Online”, saya menemukan hal yang janggal yaitu informasi yang bertentangan mengenai alamat email untuk pelaporan kasus Kejahatan Online.

Dalam situs Tribunnews.com Jakarta, Rabu, 27 Februari 2013 08:03 WIB, diberitakan:

“Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Aswin mengatakan, Polri menyediakan email khusus untuk menerima laporan kasus-kasus terkait cybercrime. Masyarakat yang pernah menjadi korban dapat melaporkan penipuan yang dialami dengan mengirim laporan ke alamat surel tersebut, yakni cybercrime@polri.go.id.”

Informasi yang senada dengan di atas juga terdapat dalam situs Okezone.com

Sedangkan dalam situs Kompas.com, Kamis, 11 April 2013 17:35 WIB, diberitakan:

“Polri memastikan surat elektonik dengan alamat cybercrime@polri.go.id bukan punya Polri. Untuk itu masyarakat diminta mengabaikan pesan berantai via pesan singkat telepon seluler, yang mengampanyekan alamat surat elektronik itu.”

“Tidak benar kami menggunakan alamat surat elektronik itu. Ini sudah dikonfirmasi ke Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim, tidak ada yang pakai alamat itu. Situs cyber crime Polri bukan itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suhardi Alius, Kamis (11/4/2013) sore.

Hohoho…

Pertentangan informasi ini sangat menarik juga.

Well… untuk ini kita harus berhati-hati juga, karena informasi yang hendak kita berikan mengenai adanya kasus kejahatan online, bisa dimanfaatkan/disalahgunakan oleh pihak ke tiga.

Ada baiknya langsung melapor ke situs resmi Polri di bagian Pengaduan Kasus (Link), Pengaduan Kejadian (Link), atau ke kantor polisi terdekat dan memberikan informasi/data-data yang diperlukan.

Pertentangan ini juga sangat penting untuk ditelusuri pihak terkait secepatnya, sebelum ada yang jadi korban, besar kemungkinan pelapor/pengadu malah bisa jadi lebih “bermasalah”.

Semoga pihak terkait bisa meresponnya secepatnya.

Salam Hangat Sahabat Kompasianers…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 1 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 2 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 8 jam lalu

Kematian Tanpa Permisi …

Anita Desi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: