Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Kegagalan Awal dari Perjuangan

REP | 23 April 2013 | 11:46 Dibaca: 120   Komentar: 0   1

Oleh: Alexander Gobai

Kehidupan manusia, tentunya banyak tantangan dan rintangan yang selalu dihadapi. Salah satunya ialah kegagalan. Kegagalan ini identik dengan tidak memiliki rasa semangat untuk maju dan bangkit. Akibatnya banyak yang merasa putus asa.

Adapun orang tidak memiliki niat dan semangat untuk menunjukan bahwa saya hidup untuk apa”! Sering orang tidak berpikir sampai pada titik itu. Malah berpikri pada sesuatu yang lebih besar. Sedangkan, hal-hal yang terkecil di abaikan dalam hidup.

Sama hal dengan kegagalan. Kegagalan ini, juga datang dari salah satu faktor yang sifatnya eksternal, yaitu kemalasan untuk berjuang dengan sungguh-sungguh. Karena, memang tidak memiliki keakraban batin yang kokoh dari diri manusia

Juga Kegagalan itu, tidak datang dari sesama, baik dari teman, keluarga ataupun dari saudara saudara/i. Namun, kegagalan itu datang dari diri sendiri.

Dari sisi lain kegagalan itu merupakan awal dari perjuangan manusia. Ketika manusia, jatuh pada jalan yang salah. Maka, kita pribadi demi menyelamatkan rasa kemanusiaan, kita harus bangkit dan berusaha untuk berani melawan dari kenyataan hidup, yang sering kita hadapi.

Orang yang sukses tidak selamanya ia sukses. Pasti di tengah jalan ia pernah mengalami kegagalan. Seperti merasa malas, merasa tidak ingin bangkit, merasa putus asa, dan merasa kehilangan jejak.

Oleh karenanya, setiap manusia tidak terluput dari kegagalan. Semuanya, pasti mengalami hal demikian.

Namun, patut bersyukur bahwa dengan adanya kegagalan itu akan memberikan pengalaman yang berharga dalam hidup. Di mana pengalaman kegagalan itu, menjadi acuan agar kita belajar untuk terus bangkit dan melawan dengan penuh berkomitmen.

Maka, kesuksesan akan datang menjemput pengorbanan yang selama hidup, kita berjuang dengan susah payah. Pilihan adalah komiten kita.

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sudah Saatnya Dokter Membuang Hidroquinon …

Dainsyah Vormula Da... | | 04 May 2015 | 07:44

Tips Betah Lama di Kompasiana: Tekun, Sabar, …

Gaganawati | | 04 May 2015 | 19:17

Kalau Bisa Ditutup Kenapa Dibiarkan Terbuka? …

Sugianti Bisri | | 04 May 2015 | 20:08

Kepada Gerimis …

Handy Pranowo | | 04 May 2015 | 20:36

Blog Competition “Keriaan KAA …

Kompasiana | | 22 April 2015 | 16:49


TRENDING ARTICLES

Mei, Bulan Sibuknya FIFA… Apalagi …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saya (Masih) Percaya Polisi, Ini Alasannya …

Aldy M. Aripin | 8 jam lalu

Prof Yusril Memutus Rantai Cinta Segitiga …

Sri Mulyono | 14 jam lalu

Sisi Lain Prestasi Walkot Bandung Ridwan …

Ashwin Pulungan | 14 jam lalu

Tempo dan Paradigma Baru Media: Dari Negara …

Sang Pujangga | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: