Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Pendidikan yang Bermutuh, Membentuk Karakter Bangsa

OPINI | 24 April 2013 | 04:45 Dibaca: 130   Komentar: 0   0

Sumber daya manusia (SDM) merupakan hal penting dalam membangun sebuah bangsa. Berbicara tentang pembangunan adalah juga berbicara tentang sejauhmana kesiapan SDM yang berkualitas untuk membangun. Tanpa SDM yang cukup, kita tidak dapat membangun bangsa secara kuantitas dalam pembangunan fisik maupun kualitas hidup masyarakatnya.

Dengan adanya Sumber daya Manusia (SDM) yang berkualitas maka kesiapaan untuk menempu pendidikan pun akan berjalan dengan baik. Bila memulai berpikir bahwa pendidikan akan menciptakan individu yang bermutuh dan berkualitas.

Mesti bersyukur bahwa dengan adanya pendidikan, kita bisa melihat dunia yang luas. Dimana pendidikan itu akan mengarahkan individu di jalan yang benar. Dan bisa berpikir kritis dan optimis.

Maka, sementara ini yang masih berada di bangku pendidikan harus lebih fokus pada tugas dan tanggungjawabnya, sebagai pelajar dan mahasiswa.

Jangan berpikir bahwa pendidikan merupakan salah satu lembaga yang membuat karakter setiap individu menjadi tidak berguna. Ini adalah salah presepsi dari orang yang tidak mengerti dengan konteks pendidikan.

Walaupun pendidikan jarang di dapatkan oleh kaum berintelektual. Namun, sepantasnya bersyukut dengan apa yang didapatkan, seperti buku pelajaran dan pengalaman dari setiap guru yang memberikan materi.

Ketika berbicara tentang pendidikan berarti juga berbicara tentang kesiapan individu. Dimana kesiapan itu, akan menimbulkan suatu reaksi dari dalam individu. Yang akan menciptakan kaum yang berintelektual bagi nusa dan bangsa.

Sementara kebanyakan orang tidak memikirkan perbedaan antara pendidikan yang bermutuh dan tidak bermutuh. Yang penting mereka bersekolah. Ini adalah hal positif.

Pendidikan yang bermutuh adalah pendidikan yang siap membentuk karakter kepemimpinan. Dimana pendidikan akan turut memotivasi individu menuju manusia yang berkualitas.

Sesuai dengan yang diutarakan oleh kaum berintelektual bahwa ada pendidikan berarti ada masa depan yang baik.

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 2 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 3 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 3 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: