Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Pendidikan yang Bermutuh, Membentuk Karakter Bangsa

OPINI | 24 April 2013 | 04:45 Dibaca: 123   Komentar: 0   0

Sumber daya manusia (SDM) merupakan hal penting dalam membangun sebuah bangsa. Berbicara tentang pembangunan adalah juga berbicara tentang sejauhmana kesiapan SDM yang berkualitas untuk membangun. Tanpa SDM yang cukup, kita tidak dapat membangun bangsa secara kuantitas dalam pembangunan fisik maupun kualitas hidup masyarakatnya.

Dengan adanya Sumber daya Manusia (SDM) yang berkualitas maka kesiapaan untuk menempu pendidikan pun akan berjalan dengan baik. Bila memulai berpikir bahwa pendidikan akan menciptakan individu yang bermutuh dan berkualitas.

Mesti bersyukur bahwa dengan adanya pendidikan, kita bisa melihat dunia yang luas. Dimana pendidikan itu akan mengarahkan individu di jalan yang benar. Dan bisa berpikir kritis dan optimis.

Maka, sementara ini yang masih berada di bangku pendidikan harus lebih fokus pada tugas dan tanggungjawabnya, sebagai pelajar dan mahasiswa.

Jangan berpikir bahwa pendidikan merupakan salah satu lembaga yang membuat karakter setiap individu menjadi tidak berguna. Ini adalah salah presepsi dari orang yang tidak mengerti dengan konteks pendidikan.

Walaupun pendidikan jarang di dapatkan oleh kaum berintelektual. Namun, sepantasnya bersyukut dengan apa yang didapatkan, seperti buku pelajaran dan pengalaman dari setiap guru yang memberikan materi.

Ketika berbicara tentang pendidikan berarti juga berbicara tentang kesiapan individu. Dimana kesiapan itu, akan menimbulkan suatu reaksi dari dalam individu. Yang akan menciptakan kaum yang berintelektual bagi nusa dan bangsa.

Sementara kebanyakan orang tidak memikirkan perbedaan antara pendidikan yang bermutuh dan tidak bermutuh. Yang penting mereka bersekolah. Ini adalah hal positif.

Pendidikan yang bermutuh adalah pendidikan yang siap membentuk karakter kepemimpinan. Dimana pendidikan akan turut memotivasi individu menuju manusia yang berkualitas.

Sesuai dengan yang diutarakan oleh kaum berintelektual bahwa ada pendidikan berarti ada masa depan yang baik.

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ratu Atut Divonis Empat Tahun Namun Terselip …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Katanya Supercarnya 5, Setelah yang Bodong …

Ifani | 13 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 13 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: