Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Korupsi Berjalan Terus Tanpa Induk

OPINI | 26 April 2013 | 19:34 Dibaca: 135   Komentar: 0   1

Akhir-akhir ini, selalu terdengar dan terjadi korupsi dimana-mana. Baik di papua maupun di luar papua. Sangat sulit untuk mengatasi hal ini. Lalu kebingungan untuk mengatasi muncul dalam jiwa dan batin setiap individu.

Oleh karena itu, simbol korupsi sangat memengaruhi pada setiap individu. Apabila seseorang merekam kata korupsi tentunya akan ingat sampai kelak.

Kebanyakan orang mengambil tindakan seperti itu, akhirrnya dimana-mana terjadi korupsi. Lalu bagaimana upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, malah tidak selesai-selesai. Lalu kapan! kemudian bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Akibatnya, perkembangan dan kemajuan bangsa ini, tidak berjalan dengan baik. Banyak krisis ekonomi, politik dan tertuma korupsi.

Ini telah terbukti bahwa bangsa Indonesia tidak luput dari masalah. Permasalahan ini akan terus-menerus terjadi di sepanjang masa.

Sering kita mendengarkan bahwa Bangsa indonesia mengalami kemiskinan, penderitaan kesakitan, kelaparan, kehausan bahkan penderitaan-penderitaan lainnya. Diakibatkan karena banyak korupsi, mengambil uang rakyat, padahal uang-uang itu seharusnya bantuan untuk rakyat. Malah di korupsi. Ini perlakukan yang sifatnya egois.

Korupsi demi tanah bangsa ini, akan membuat penderitaan semakin merajalelah dan semakin terguyur kedalam suasana tidak aman dan nyaman. Akibatnya, masyarakat akan tidak percaya kepada para pejabat pemerintah.

Akhirnya muncul kecemburaan sosial, yang menciptakan baku tidak suka dengan pemerintah dan masyarakat.

Oleh karenannya, sehingga tidak menimbulkan kecemburaan sosial. Maka ada cara untuk mengatasi, yakni aktifkan pihak KPK untuk mengatasi kasus ini semua. KPK harus menangani permasalahan-permasalahan ini dengan bijak. Perlu ada upaya atau kebijakan dalam menangani kasusu korupsi. Bila perlu ada peraturan yang resmi, untuk mengringruk mereka-mereka yang korupsi.

Maka, KPK adalah lembaga yang terbesar. Yang tanggungjawabnya menagani kasus korupsi. dengan sungguh-sungguh. Jadi ketika ada kebijakan yang mendukung peraturan yang ada, ya harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Jangan ada yang kelewatan.

Itu adalah fungsi dari KPK. Menangani kasus dengan bijak.

Alexander Gobai

Tags: opini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: