Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Abietanpan

www.ndobley.blogspot.com

Mengira Tarif Taksi

OPINI | 27 April 2013 | 08:22 Dibaca: 4649   Komentar: 0   1

1367022902467101105

argo taksi

Taksi dulu merupakan angkutan ekslusif bagi saya, karena tarif nya yang tak ramah dikantong dalam pemikiran saya, Tapi siapa sangka kini hampir tiap hari saya naik taksi, waahhh enaknya,..

Ternyata tarif taksi itu tak mahal-mahal amat jika kita tahu tarif dasar taksi, tujuan, jarak tempuh dan jalan mana yang akan kita lintasi, serta jangan lupa estimasi waktu kemacetan yang akan dihadapi. Lah bagaimana kita tahu semua itu? Tenang, anda tidak perlu repot mengambil kursus atau semacamnya untuk tahu itu semua, cukup kita sama-sama membaca, amati dan luruskan artikel ini bila ada kesalahan dikemudian kelak.

Oke, syarat pertama adalah mengertahui tarif dasar taksi. Sebagaimana kita tahu (yang belum tahu, merasa tahu saja lah ya!?) bahwa taksi di Jakarta itu mempunyai dua tarif yang biasa disebut tarif atas dan tarif bawah, berikut adalah selengkapnya ;

TARIF (batas) BAWAH

Taksi yang menggunakan tarif ini diantaranya adalah :Express, Taxiku, Gamya, Silvera, Kosti Jaya, Link, Primajasa, Taksi Putra, Pratama, Cipaganti

TARIF AWAL/FLAG FALL : Rp 5.000,- (berlaku sampai satu kilometer pertama)

Selanjutnya : Rp 250/100 meter (Rp 2.500/Km)

Tarif tunggu : Rp 250/360 detik (Rp 25.000/jam)

TARIF (batas) ATAS

Taksi yang menggunakan tarif ini diantaranya adalah ; Bluebird group (Blue Bird, Morante, Cendrawasih, Pusaka, Pusaka Prima, Pusaka Sentra, Pusaka Satria, Pusaka Biru, Pusaka Lintas) dan Diamond Taxi.

TARIF AWAL/FLAG FALL : Rp 6.000,- (berlaku sampai satu kilometer pertama)

Selanjutnya : Rp 300/100 meter (Rp 3.000/Km)

Tarif tunggu : Rp 300/360 detik (Rp 30.000/jam)

Kemudian syarat yang kedua adalah mengetahui tujuan, jarak tempuh dan jalan mana yang akan kita lintasi, untuk bantuan apabila kita tak tahu jalan mana yang akan kita lintasi, anda boleh menggunakan google map (gmaps) yang bisa di unduh dan diinstal langsung ke smartphone anda, gratis. Penggunaan google maps ini sangat mudah, tapi sebelumnya unduh dulu aplikasi nya lalu install.

Selanjutnya buka aplikasi tersebut, (pastikan smartphone anda bisa terkoneksi ke jaringan internet baik melalui jaringan operator atau wifi gratisan, khusus u ntuk blackberry, pastikan anda berlangganan paket yang sudah termasuk browsing seperti paket full service atau paket sosialita).

Selanjutnya, dapatkan arahan dengan memilih menu get direction, lalu isikan alamat yang kita tuju dan alamat awal jika kita menggunakan titik awal/alamat lain selain titik awal dimana kita berada. Setelah proses loading biasanya gmaps akan menunjukkan daftar titik-titik tikungan yang akan dilintasi, disana juga akan terlihat jarak tempuh dari titik awal ke titik akhir atau titik tujuan serta estimasi waktu tempuhnya. (waktu tempuh ini tak akan berguna bila diterapkan di kota Jakarta, percayalah).

Lalu klik lihat/tunjukkan pada peta (show on map) untuk mengetahui rute yang akan kita lintasi yang akan diunjukkan oleh garis tebal warna hijau atau warna lain yang tersedia di hape anda.

13670253031969509106

Dan, setelah kita tahu jarak tempuhnya, mari kini kita mulai menghitung estimasi atau perkiraan biaya atau tarif taksi yang akan kita bayarkan.

Disini saya contohkan bahwa jarak tempuh dari titik awal ke titik tujuan adalah 38 Km. jika yang akan naik taksi dengan TARIF ATAS maka dapat dihitung sebagai berikut :

Tarif awal sampai dengan satu kilometer pertama = Rp 6.000,-

Selanjutnya ( total jarak tempuh – tarif awal ) x Rp 3.000.-

( 38 – 1 ) x 3000 = Rp 111.000,-

Maka total tarif nya adalah = Rp 117.000)**

)** ini adalah hitungan hanya berdasarkan jarak tempuh, belum termasuk waktu tunggu, dimana pada saat terjebak kemacetan, lampu merah atau pada saat kendaraan berhenti, maka tarif waktu tunggu akan berlaku atau berjalan per 360 detik sebesar Rp 300, yang artinya apabila kita terjebak kemacetan selama 60 menit, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 30.000,-

Lalu untuk mengetahui titik kemacetan bagaimana? Cara yang biasa saya lakukan adalah mencari informasi melalui radio atau akun twitter dari @lewatmana, @TMCPoldaMetro, @RadioElshinta atau bisa juga mengaktifkan fitur “show traffic” pada gmaps, dmana akan muncul garis hijau dan merah yang menunjukkan titik-titik kepadatan lalu lintas, meski tidak bisa 100% dipercaya.

mudah kan?

dan murah kalau kita perginya bareng teman dan bayarnya patungan, hehee,…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 9 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 14 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 14 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

remaja generasi yang harus di selamatkan …

Azim Marzuki | 8 jam lalu

Cinta Tulus Seorang Perempuan Pujaan …

Ahsani Fatchur Rahm... | 8 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Tridinamika Sukses Meraih Sertifikasi ISO …

Tridinamika News | 8 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: