Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Gunawan

Seorang anak desa yang ingin memberikan sedikit perubahan untuk negeri ini… Follow @GUNAWANug Akun FB https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN selengkapnya

Disclaimer Kompasiana Menonjok Mata dan Membuat Tak Enak Hati

OPINI | 18 May 2013 | 03:08 Dibaca: 402   Komentar: 45   11

13686105131503979768

Sejak beberapa hari yang lalu, setiap membaca artikel di Kompasiana pasti akan menemukan tulisan diatas. Tulisan yang disebut dengan disclaimer atau pernyataan dari pemilik atau pengelola blog keroyokan ini. Saya tahu maksud adanya disclaimer ini. Tujuannya agar pemilik dan pengelola tidak bisa dituntut atau disalahkan jika ada komplain atau gugatan tentang berita atau artikel yang ditulis oleh para kompasianer, yang menulis sesuatu yang tidak valid dan tidak akurat.

Saya maklum saja dengan adanya disclaimer ini. Siapa sih yang mau dituntut atau digugat? Malah koruptor yang sudah jelas-jelas bersalah saja tidak mau dituntut. Apalagi pengelola Kompasiana yang hanya sebagai fasilitator saja.

Tapi sedikit banyak disclaimer ini sangat mengganggu bagi saya pribadi, mungkin juga teman-teman kompasianer ada yang merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan. Beberapa hal yang menurut saya kurang etis dan tidak pada tempatnya.

Pertama, disclaimer ini seakan-akan menjatuhkan kredibilitas kompasianer yang sudah lama mendedikasikan dan menulis artikel yang berbobot di Kompasiana. Membuat mereka merasa agak malas menulis di kompasiana.

Kedua, disclaimer ini membuat Kompasiana menjadi media yang tidak bertanggung jawab. Seperti mencampakan penulisnya bahkan tidak mengayomi para penulisnya yang merupakan aset bagi Kompasiana itu sendiri.

Ketiga, dengan adanya disclaimer disetiap artikel, penulis atau kompasianer merasa tulisannya dimentahkan begitu saja. Padahal sebagai penulis sudah mencurahkan pemikirannya dan menyajikan dengan sebaik mungkin.

Keempat, dengan adanya disclaimer ini Kompasiana bisa ditinggalkan oleh para Kompasianer, yang merasa tidak mendapatkan penghargaan dan pengayoman dari media tempatnya menulis. Mereka akan kembali menulis di blog pribadinya.

Saya mengusulkan boleh saja Kompasiana memiliki disclaimer, tetapi jangan ditampilkan di setiap artikel. Lebih elegan jika discalimer hanya diletakan pada menu footer berdampingan dengan menu Term & Condition, seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar Menu Footer tambahan untuk Disclaimer (source: my editing collection)

Ini sekedar usulan saja,  jika diterima alhamdulillah, jika tidak ya tak mengapa. Saya juga bukan siapa-siapa hanya sebagai penumpang bus gratisan  yang sopirnya tak menjamin keselamatan setiap penumpangnya.

Salam - Kompasiana

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 8 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: