Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Nurush Shobah

obat tradisional merupakan jenis obat tanpa efek samping yang terbuat dari tanaman berkhasiat nusantara

Remaja Penerus Bangsa

REP | 04 June 2013 | 15:44 Dibaca: 61   Komentar: 0   1

oleh: Nurs.S.H

Generasi terus berganti seiring berlanjutnya masanya, remaja di tahun 45, 60, 70, dan sampai sekarang tahun 2013 sudah sangat jauh perberbedaannya, bahkan nilai moralitas orang dizaman tahun 1990an dengan tahun 2013 sekarang ini telah menunjukkan penurunan nilai kepribadian bangsa.

Tak ada yang salah, tentu tak ada yang mau mengakui siapa yang salah. pergaulan bebas remaja berdampak di semua aspak kehidupan, dari lingkungan keluarga, masyarakat, organisasi dan bahkan kehidupan bangsa. tapi kita harus optimis bangsa ini tetap berkarakter ketimuran dan kebhinekaan.

“ingngarso sung thulodho, ing madyo mangon karso, tutwuri handayani” tetap yakin ada pada pribadi generasi bangsa kita mendatang.

Baru beberapa hari yang lalu remaja kita merayakan kelulusannya. ada yang dirayakan dengan kegiatan positif ada pula merayakan dengan ugal-ugalan dijalan sambil berterik-teriak bagai kuda liar. baju, celana sampai rambut dan mukapun di cat. berpesta pora bergerombolan dan sampai berduaan dari yang terang-terangan sampai yang sepi-sepian.

Malu, hanya dijadikan slogan. generasi remaja kita sudah banyak kehilangan kontrol diri dan karakternya, dan bahkan hilang tanggung jawabnya untuk menjadi pemimpin masa depan. ironis memang kalau kita renungkan sejenak, tapi apa yang harus dilakukan agar kejadian-kejadian semacam itu tidak menular ke generasi berikutnya.

Era komunikasi dan teknologi berkembang pesat, nilai karakter melorot secepat kilat. remaja berfikir secepat kilat, hingga berprilaku serba praktis dan ketat. pergaulan bebas dengan teknologi yang dimanfaatkan dijadikannya untuk mempermudah dalam menjalankan aksi remaja untuk berkumpul dan hura-hura.

Mari kita songsong dan angkat generasi bangsa dengan kegiatan yang positif di lingkungan masyarakat, perbanyak kegiatan yang membangun kreatifitas pikir remaja, jangan sampai mereka hanya menggantungkan orang lain tapi kita bangun mengangkat mereka menjadi remaja yang inovatif, kreatif dan bertanggung jawab. Tanamkan kejujuran kedisiplinan dan tanggung jawab melalui kegiatan sosila kemaysarakatan, rangkul dan ajak mereka jadi generasi yang tangguh untuk membangun bangsa dan negara

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 4 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 7 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 7 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 8 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: