Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Amirsyah

Abdi Negara/Pelayan yg berpindah2 tugas di Nusantara. Artikel Penulis adalah pendapat pribadi, tidak mencerminkan instansi selengkapnya

Hati-hati Jebakan Fesbuker Bahenol

OPINI | 21 June 2013 | 08:09 Dibaca: 3558   Komentar: 47   24

Beberapa waktu lalu seorang wanita cantik meminta saya menjadi teman facebooknya. Begitu saya masuk ke FBnya terpampang informasi ABG yang masih siswi SMA. Foto Profilnya hanya berisi 2 foto yaitu foto wanita cantik dan sexy yang menurut saya sangat bahenol dan satunya lagi foto hati bertuliskan “LOVE”.

Karena merasa tidak ada salahnya menerima permintaan pertemanan maka saya mengkonfirmasinya. Tak lama kemudian yang bersangkutan mengajak saya chating lalu kami berkenalan. Ia mengaku seorang pelajar yang tinggal di sebuah kota di luar negeri, dan hanya itu saja informasi yang saya dapatkan dalam chatting sekadar basa-basi tersebut.

Beberapa hari kemudian, wanita tersebut kembali mengajak chatting. Kali ini materinya mulai menyerempet hal-hal berbau pornografi. Saya mulai merasa curiga ada yang tidak beres dengan akun tersebut saat yang bersangkutan minta diberitahu alamat website/link yang menyediakan konten pornografi. Ia mengaku belum pernah melakukannya dan ingin sekali melihat foto-foto dan video porno di internet. Tentu saja hal ini sangat aneh, di jaman sekarang ini mana ada pelajar yang bisa menggunakan internet mengaku tidak tahu cara mencari konten pornografi. Tanpa mencari pun seringkali iklan-iklan yang berisi konten porno muncul di sebuah website atau tiba-tiba masuk ke email.

Akhirnya saya menyimpulkan bahwa akun fesbuk wanita bahenol tersebut adalah akun palsu untuk tujuan tertentu yang bisa saja merugikan saya secara hukum. Apalagi dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 ayat 1 melarang untuk setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Sanksi pidananya penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Kata ’dapat diaksesnya’ tersebut bisa berarti mengirimkan pesan lewat email ataupun saat chatting yang memberitahukan keberadaan situs porno. Hal ini bisa termasuk tindakan menyebarluaskan pornografi yang dilarang UU ITE.

Merasa ini adalah jebakan betmen yang berbahaya maka tentu saja saya tidak memberikannya apalagi saya tidak memiliki link yang diminta. Malah saya berusaha menasehatinya agar sebagai pelajar lebih baik melakukan hal-hal yang postif dan berguna. Yang bersangkutan malah marah-marah dan memaki saya dengan makian-makian porno. Akhirnya saya tidak membalas lagi pesan-pesannya, sayapun langsung menghapus pertemanan dengan fesbuker yang memakai PP wanita muda bahenol tersebut.

Akhirnya setiap kali ada permintaan pertemanan di FB yang informasi pemilik akunnya tidak jelas dan foto-fotonya hanya beberapa yang tidak bisa menggambarkan bahwa akun tersebut bukan akun abal-abal, maka saya tolak walaupun PP yang digunakan adalah wanita cantik, sexy, muda dan bahenol yang menarik untuk dipandang. Buat kompasianer dan pembaca kompasiana, yang laki-laki hati-hati terhadap jebakan betmen dari fesbuker dengan PP bahenol, yang perempuan juga hati-hati terhadap jebakan dari fesbuker dengan PP ganteng dan macho. Jangan sembarangan menerima permintaan pertemanan di FB hanya berdasarkan menariknya PP, bisa-bisa nanti akan mendapatkan masalah karena termakan jebakan yang akan ditebarnya. Salam berinternet sehat!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 7 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 7 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya Dirayu Aguk, Sang Penulis Haji …

Wening Tyas Suminar | 7 jam lalu

Kisruh di Partai Golkar, KMP Pun Terancam …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Let’s Moving On …

Tonggo Nababan | 8 jam lalu

Indonesia: Tim Medioker Asia Tenggara …

Agung Buana | 8 jam lalu

Gen Bahasa …

Zakiyatul Muti'... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: