Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Eko Prasetyo

Hingga Januari 2015, penggemar wedang kopi ini baru menulis 30 buku. Kini ia melanjutkan sekolah selengkapnya

Jombang Membara

OPINI | 26 October 2013 | 21:11 Dibaca: 331   Komentar: 1   0

Membara di sini bukan kebakaran, melainkan kasus mesum. Belum reda kehebohan yang melanda masyarakat atas aksi mesum pelajar sebuah SMP negeri di Jakarta, kini kasus asusila terjadi lagi. Kali ini para pelakunya adalah orang dewasa. Dan semuanya adalah laki-laki.

Sabtu pagi tadi (27/10) warga Desa Mojopangit, Kecamatan Kota Jombang, menggerebek pesta seks sejenis yang dilakukan empat pria. Mereka adalah, AF (37), BM (33), JSW (37), dan Sd (35). Tiga di antaranya berstatus PNS pemkab.

AF sudah lama kos di sana. Warga setempat sebenarnya sudah lama menaruh curiga karena AF sering mengajak tiga temannya tersebut ke kamar kosnya. Warga hanya tahu pintu kos itu akhirnya tertutup rapat selama berjam-jam tanpa tahu apa yang terjadi di dalamnya bersama empat pria tersebut.

Masyarakat setempat pernah meminta Fatimah, pemilik kos, untuk menegur AF agar tidak mengajak teman prianya dan berlama-lama di dalam kamar kos. Namun, teguran itu tidak digubris.

Puncaknya terjadi pagi tadi. Warga yang sudah lama mengintai akhirnya mendapati AF datang ke tempat kosnya dengan sepeda motor. Tiga temannya menyusul dengan naik mobil. Beberapa lama kemudian, penduduk yang sudah geregetan akhirnya menggedor-gedor pintu kos itu. Salah seorang pelaku didapati telah bertelanjang bulat. Tiga lainnya bertelanjang dada. Keempatnya lantas dikeler ke Polsek Kota Jombang untuk diperiksa.

Sungguh, saya sangat prihatin dengan kasus-kasus mesum yang belakangan terjadi. Jombang sekali lagi menjadi bahan berita atas kasus esek-esek jos. Belum lama ini, seorang jaksa cantik diduga terlibat kasus perselingkuhan dengan sesama pegawai di pengadilan negeri setempat.

Bukan hanya kali ini kasus gay mengemuka di Jombang. Kita tentu masih ingat perkara Rian si jagal Jombang. Ia membunuh banyak pasangan homonya setelah bercinta dan kemudian merampas harta milik korbannya.

Huufh, saya tidak habis pikir. Masih banyak perempuan baik, santun, seksi, dan bohay, tapi mengapa malah memilih main pedang-pedangan? Apakah Jombang akan membara lagi? Semoga jangan.

Graha Asri, 26 Oktober 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meredakan Kepala Pening dengan Membelah …

Agung Sw | | 04 March 2015 | 16:18

Hantu KPK Adalah …. …

Dean Ridone | | 04 March 2015 | 09:50

Angkringan Jogja: Bukan Masalah Harga, tapi …

Hendra Wardhana | | 04 March 2015 | 16:36

Diplomasi Meja Makan …

Shulhan Rumaru | | 04 March 2015 | 20:30

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Sesat Pikir Ahok dan Peran DPRD DKI tentang …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Amien Rais Memang Berbeda Kelas dengan …

Analgin Ginting | 8 jam lalu

Maaf, Kami Juga Muak, Mister Abbot …

Aji Maulana | 11 jam lalu

Ada Kejadian Biadab, Mana Suara Psikolog …

Amba Sumujud | 12 jam lalu

Presiden Jokowi Penikmat Adegan Tinju KPK vs …

Imam Kodri | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: