Back to Kompasiana
Artikel

New Media

Eko Prasetyo

Penggemar kopi tubruk, tapi tidak suka merokok.

Jombang Membara

OPINI | 26 October 2013 | 21:11 Dibaca: 322   Komentar: 1   0

Membara di sini bukan kebakaran, melainkan kasus mesum. Belum reda kehebohan yang melanda masyarakat atas aksi mesum pelajar sebuah SMP negeri di Jakarta, kini kasus asusila terjadi lagi. Kali ini para pelakunya adalah orang dewasa. Dan semuanya adalah laki-laki.

Sabtu pagi tadi (27/10) warga Desa Mojopangit, Kecamatan Kota Jombang, menggerebek pesta seks sejenis yang dilakukan empat pria. Mereka adalah, AF (37), BM (33), JSW (37), dan Sd (35). Tiga di antaranya berstatus PNS pemkab.

AF sudah lama kos di sana. Warga setempat sebenarnya sudah lama menaruh curiga karena AF sering mengajak tiga temannya tersebut ke kamar kosnya. Warga hanya tahu pintu kos itu akhirnya tertutup rapat selama berjam-jam tanpa tahu apa yang terjadi di dalamnya bersama empat pria tersebut.

Masyarakat setempat pernah meminta Fatimah, pemilik kos, untuk menegur AF agar tidak mengajak teman prianya dan berlama-lama di dalam kamar kos. Namun, teguran itu tidak digubris.

Puncaknya terjadi pagi tadi. Warga yang sudah lama mengintai akhirnya mendapati AF datang ke tempat kosnya dengan sepeda motor. Tiga temannya menyusul dengan naik mobil. Beberapa lama kemudian, penduduk yang sudah geregetan akhirnya menggedor-gedor pintu kos itu. Salah seorang pelaku didapati telah bertelanjang bulat. Tiga lainnya bertelanjang dada. Keempatnya lantas dikeler ke Polsek Kota Jombang untuk diperiksa.

Sungguh, saya sangat prihatin dengan kasus-kasus mesum yang belakangan terjadi. Jombang sekali lagi menjadi bahan berita atas kasus esek-esek jos. Belum lama ini, seorang jaksa cantik diduga terlibat kasus perselingkuhan dengan sesama pegawai di pengadilan negeri setempat.

Bukan hanya kali ini kasus gay mengemuka di Jombang. Kita tentu masih ingat perkara Rian si jagal Jombang. Ia membunuh banyak pasangan homonya setelah bercinta dan kemudian merampas harta milik korbannya.

Huufh, saya tidak habis pikir. Masih banyak perempuan baik, santun, seksi, dan bohay, tapi mengapa malah memilih main pedang-pedangan? Apakah Jombang akan membara lagi? Semoga jangan.

Graha Asri, 26 Oktober 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 7 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 10 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 14 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 15 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: